Berita Hawzah – Ayatullah Sayyid Hasyim Husaini Bushehri, Ketua Jami'ah Mudarrisin (Dewan Guru) Hawzah Ilmiyah Qom, dalam pertemuannya dengan Jenderal Ali Akbar Pourjamshidian, Deputi Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum, serta Sayid Dhia Hashemi, Deputi Bidang Budaya Wakil Presiden Pertama, membahas berbagai aspek manajemen krisis terkini dan peran kohesi nasional dalam menjaga stabilitas negara.
Ketua Jami'ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom juga mengapresiasi laporan-laporan yang disampaikan, memuji upaya pemerintah dalam mengelola situasi sulit belakangan ini, dan menyatakan: "Seluruh komponen pemerintahan, mulai dari presiden hingga para pejabat dan manajer lainnya, telah mengabdi kepada sistem (republik Islam Iran) dan rakyat dengan segenap kemampuan, dan dalam kondisi sulit, mereka telah membuktikan rasa tanggung jawab mereka."
Ayatullah Husaini Bushehri, dengan merujuk pada pengalaman-pengalaman krusial dan menentukan dalam sejarah Revolusi Islam, menyoroti peran pertolongan Ilahi dalam membimbing negara melewati berbagai krisis, dan menambahkan: "Pada berbagai periode sejarah, kita telah menyaksikan peran kekuatan Ilahi dalam memelihara dan membimbing sistem Islam."
Anggota Presidium Majelis Ahli Kepemimpinan tersebut, dengan menekankan bahwa menjaga persatuan dan kohesi nasional adalah kewajiban syar'i, etis, dan sosial, menggarisbawahi: "Persatuan adalah kebutuhan masyarakat saat ini untuk melewati kondisi kompleks yang ada di depan, dan semua pejabat, elit, dan arus sosial harus berupaya untuk memperkuat aset berharga ini."
Di awal pertemuan ini, Ali Akbar Pourjamshidian menyampaikan laporan mengenai situasi keamanan negara dan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam mengelola kondisi perang selama empat puluh hari, serta merujuk pada keputusan-keputusan dan koordinasi yang telah dilaksanakan di bidang keamanan, sosial, dan penyelenggaraan upacara-upacara nasional.
Sementara itu, Sayid Dhia Hashemi, dengan menjelaskan dimensi sosiologis dari perkembangan terkini, menekankan pentingnya menjaga modal sosial yang terbentuk pasca peristiwa-peristiwa terakhir, serta perlunya upaya bersama untuk mempertahankan kohesi dan solidaritas dalam masyarakat.
Komentar Anda